Jadi ibu memang suatu yang membanggakan, bahkan menjadi dambaan wanita yang sudah menikah. Tugas seorang ibu memang tidak mudah, apalagi untuk ibu baru seperti saya yang baru. Kami tinggal dikota yang jauh dari sanak sudara dan orangtua , tentu banyak yang iba dengan saya , tapi ketahuilah saya bangga dan senang bisa melakukan pola pengasuhan dan perawatan bayi berdua dengan suami saja, kami memang minim pengalaman, tapi kami semangat belajar untuk cari tahu segala ilmu menjadi orangtua.
Sebagai orangtua kami tentu menginginkan yang terbaik untuk anak kami, termasuk asupan gizinya, ya.. ASI adalah pilihan terbaik, tanpa tambahan susu formula, tapi ternyata perjuangan mempertahankan idealisme kami tidak semulus yang kami bayangkan.
Dalam proses persalinan mas prama, kami melakukan Inisiasi Menyusu Dini, setelah itu dilanjutkan rawat gabung, hmm awal yang baik, dan kolostrum saya sudah keluar . ASI yang masih sedikit tak menjadi halangan bagi saya untuk tetap ASI ekslusif. Hari pertama sudah berkali-kali perawat menanyakan “asi ibu banyak ya? ..gak disambung sufor saja, nanti kalo asinya sudah banyak sufornya gak perlu diminumkan lagi bu”.. ahh saya dan suami tetap bersikukuh dan percaya diri bahwa bayi saya tak perlu sufor. Saya selalu bilang ASI saya cukup, lambung bayi masih sebuah duku jadi tak perlu Asi yg melimpah ruah, mereka diam, tersenyum kecut dan berlalu begitu saja. Terus terang saya tidak nyaman dengan kondisi ini, terlebih bayi saya ternyata belum pipis seharian, perawat datang lagi membawa pompa ASI dan saya diminta memompa ASI saya untuk mengetahui seberapa banyaknya ASI yang saya punya. Hmm.. saya berprasangka baik bahwa ASI saya cukup, tidak perlu melimpah ruah yang penting cukup. Dengan bekal ilmu yang minim saya paham bahwa baru lahir baru membutuhkan ASI 50-75ml /hari, bahkan ssebenernya dalam 3x24 jam pun bayi masi bisa bertahan tanpa minum, tapi pemahaman ini sulit diterima orang banyak. Okee.. Asi ku terpompa maksimal dan... 50ml dihari pertama kelahiran mas prama. Subhanallah. Perawat bilang itu asi bisa diminum 2 sesi. Senyum saya dan suami merekah.
Hari kedua kami pulang dari RS, dan ternyata hari demi hari dilalui dengan indah , tetapi masih tetap ada yang membuat galau, bayi kami ada potensi terkena kuning, melihat kulitnya yang kuning kami berinisiatif ke dokterspesialis anak, dokter kami sangat pro Asi dan tidak akan mudah memberi obat kepada pasiennya. Beruhubung kadar bilirubin masih di batas normal, maka solusinya adalah minum Asi sebanyak-banyaknya sekalipun bayi tidur, bangunkan saja, lalu berikan sinar matahari pagi sebelum jam 9. Alhamdulillah mas prama tidak perlu disinar, hari demi hari pulih apalagi setelah sebulan, sudah makin bagus perkembanganya.
Saya tetap melanjutkan ASI ekslusif sampai saat ini mas prama berusia 5 bulan 10 hari, saat ini berat badannya 8,9kg.. amazing ya.. hehehe, saya tidak takut karena Asi tidak mebahayakan , kandungan lemak ASI saya memang besar tapi tidak banyak, untuk susu formula kandungan lemaknya besar dan banyak itu yang berbahaya. Alhamdulillah mas prama sehat , dan saya bisa buktikan pada semua, ASI saja bisa sehat dan gemuk kok.. ASI lebih bergengsi J. Semangat ngASI .
Walau memang berat ternyata menyusui esklusif walaupun saya bukan pekerja kantoran, dan saya punya sisten rumahtangga, menyusui memang butuh kesabaran, ilmu dan konsistensi, Bayi sering menangis karena memang ketahanan akan rasa lapar di ASI tidak selama susu formula, atau makanan bubur bayi .
Tips bagi saya untuk sukses menyusui:
1. Lakukan IMD ,Inisiasi Menyusu Dini Setelah melahirkan
2. Rawat gabung dengan bayi anda, memudahkan anda menyusui setiap waktu, menyusui setiap waktu bikin ASI jadi tambah banyak lo, walaupun gak langsung banyak, tapi bisa lancar:D
3. Ikuti kelas edukasi ASI atau baca-baca artikel di internet, sekarang dukungan ASI sudah luar biasa besar termasuk peran pemerintah juga.
4. Suami juga sangat erat kaitannya dengan proses kesuksesan ngASI, belajar bareng-bareng dengan suami tentang apa aja yang dibutuhkan dalam proses ini, dan kesadaran suami istri sangat penting apalagi kalau sudah mendapat intervensi dari luar terhadap sufor.
5. Sabar.. :D proses menyusui bagi saya adalah proses pembelajaran sabar, kalo kata seorang teman, punya anak itu memang harus sabar, kalo gak bisan sabar dan gak mau sabar jangan punyak anak .. hehe, semangatttt..
6. Makan makanan yang bergizi dan sehat, serta konsumsi air putih yang banyak .buah sayur dan segala betuk protein nabati / hewani sangat penting dikonsumsi setiap hari.
7. Rileks , apabila stres ASI pun akan susah keluar atau sedikit , usahakan hindari stres dan lelah, apabila terjadi hal demikian, istirahatlah, lakukan pemijatan supaya otot-otot kembali rileks.
Semangat ngASI ya bu ibuu... Allah sudah kasi kita anugrah Asi , kita hanya perlu memberdayakannya J. Yakin dan jangan patah semangat ya Bun..