Minggu, 29 September 2013

PROSES MELAHIRKAN ANAK PERTAMA





  Seperti panduan Hypnobirthing yang sering saya putar untuk berlatih relaksasai menghadapi persalinan, bahwa prsoses persalinan adalah perjalanan spiritual yang indah, penuh keajaiban, aman dan nyaman, kisah persalinan anak pertama kami pun demikian, walau ditengah perjalanan tentu ada sebuah keresahan. Berikut kisah persalinan anak pertama saya , Prama Rasyid Abdullah.

Sabtu, 29 Juni 2013
Suami saya libur kantor dan saya pun menghabiskan waktu seharian dengannya dari mulai olahraga pagi, makan , dan selanjutnya kami jalan-jalan, rencana kami sebenernya hanya makan dan membeli tirai jendela rumah, dan ternyata gak ada yang sesuai ukuran, jadilah kami harus ‘nempah’ (bahasa orang sini artinya :pesan dulu untuk dibuatkan), sore saya dan suami sudah dirumah, saya memasak makan malam.
Pukul 20.00
Saat saya ke kamar mandi, ternyata sudah keluar lendir. Dan saya pun mengutarakannya pada suami. Reaksi suami saya : Alhamdulillah, nda mas prama sudah memberi tanda mau ketemu kita,bunda mau minta dibelikan apa,susu? Coklat? Minuman isotonic? Dan suami bergegas membelikan itu semua di minimarket dekat rumah. Kami memang tidak panik saat itu, disamping sudah mendapatkan kelas edukasi tentang GR atau gladi Resik Persalinan dari klinik Rumah Sehat kasih Bunda, kami juga rajin mengikuti artikel di bidankita.com. Terlebih kami tinggal di kota Medan ini hanya berdua saja sehingga kecemasan bisa diminimaisir karena belum hadirnya orang tua atau keluarga.

Pukul 23.00
Saya keluar flek darah, hmmm dan rasa nyeri sudah mulai muncul dan semakin larut semakin sering, sambil saya makan dan minum jajanan yang dibelikan suami serta tidur , walau tidurnya sudah sangat tidak nyenyak hehehe, suami sampai tetap standby di depan tv sambil tidur-tidur ayam juga

Minggu , 30 Juni 2013
Pukul 05.00
kami sudah mulai bersiap-siap untuk ke klinik bersalin dan setengah jam kemudian ketuban pecah
plukk...! saya kaget hehhee, rasanya seperti pipis tapi kok ga bisa ditahan, dan suami bergegas menyiapkan air hangat untuk saya mandi dulu , dia juga sudambil manasin mobil, kasi makan burung kenari kami dan sarapan tentunya.. Ya.. kami sungguh sangat menikmati proses ini sampai kami perjalanan kami ke Klinik, setelah dicek di klinik masih bukaan 2cm, dan kami memutuskan untuk stay di klinik saja, mengingat ketuban sudah pecah dini, seharian di klinik dari mual Peving Rocking sampai makan lalu bbman sama teman-teman untuk minta doanya karena sudah buka 2cm, dan tentunya telpon orangtua untuk meminta restu.seharian dan tiba di pukul 15.00 dan bukaan ta kunjung lebar sementara saya pecah konsentrasi karena ingin terus mengejan merasa ingin pup , seacara saya sudah tidak pup 5hari lamanya..

Kami menunggu bidan senior di klinik itu datang, Bu Bidan Lusi namanya. Orangnya baik, keibuan sekali , kami seperti mempunyai orangtua bijaksana di sini. Kami, saya terutama sudah tidak sabar ingin segera bersua dengan mas prama, kami mau ke Rumah sakit saja bu, operasi sesar pun kami siap, Bu Bidan Lusi memberi pengertian kepada kami bahwa pada proses persalinan ini saya tidak ada masalah, mas prama sangat kooperatif untyu segera bertemu orangtuanya, ibunya saja yang belum rileks sehingga otot-otot mulut rahim belum meregang sempurna, hingga bu bidan Lusi bertanya dan memeluk saya, apa yang saya risaukan, orangtua? Atau apa hal yang mengganjal dihati saya, kemudian saya berpikir dan saat Magrib tiba saya bilang kalo saya minta maaf pada Allah, saya sombong lagi ria terhadap ilmu Hypnobirthing yang baru saya kenal dan saya belum menguasai sepenuhnya tapi saya sudah merasa pintar, setelah saya dan suami menangis dan pasrah , kami memutuskan untuk ke Rumah sakit Bunda Thamrin dan meminta painless (pengurang nyeri) , tapi ternyata sampai di Rumah Sakit ternyata sudah bukaan 8cm , jadi tidak perlu paines karena menunggu sebentar saja bukaan bisa sudah lengkap, Subhanallah .. hanya waktu 15 menit saja perjalanan dari klinik ke RS dan bisa lebar menjadi 8cm, aaah apa yang bu bidan katakan benar, rileks dan mengikuti alurnya , tidan menentang rasa mulesmya itu adalah kuncinya, benar selama dimobil saya memang rileks dan pasrah sepasrah pasrahnya.

Dari bukaaan 8cm saya dipasang infus, pendeteksi detak jantung bayi, dipakaikan baju rumah sakit dan segala persiapannya. Saat nyeri datang saya mengejan dan sontak bidan rumah sakit teriak , jangan bu.. kasian bayinya.. oohh benar saja detak jantung mas prama berdegup lebih kencang.. Oh ya Allah saya salah seharian tadi terus mengejan itu berefek pada detak jantung dia, untung kamu kuat,le.. maafkan bunda ya nak.. kemudian untuk supaya saya tidak mengejan , suami menyemangati saya untuk latihan nafas seperti yang pernah diajarkan di klas edukasi di klinik Rumah Sehat kasih Bunda, setiap gelombang cinta alias  kontraksi saya membuka mulut lebar-lebar dan mengatakan Ha Ha ha Ha.. , lalu tarik nafas dalam dan hembuskan, begitu deterusnya sampai para bidan di RS heran , lebih heran lagi kami berdua saja menghadapi proses persalinan ini , hihihi..
Tidak perlu waktu lama pembukaan lengkap dan tidak lama dokter datang, Mengejan sekali tidaklah cukup bagi saya yang malas latihan nafas sewaktu hamil ;D, sampai salah ngejan malah ngejan di leher alhasil muka merah semua :p, beberapa kali mengejan  dan suami pun ikut menyemangati saya dengan mengejan juga :p, sampai dokter bilang bapak kenapa ikut mengejan, dengan santainya suami nyeplos supaya tambah semangat pak.. hadeehh hihi kondisi ruang bersalin riuh rendah dan seru, tak nampak ketegangan juga baik kami ataupun nakes , akhirnya buah cinta kami lahir, Subhanallah.. berat 3,4kg, dan pj 47cm PUKUL 21.47 alhamdulillah Ya Allah..:)

Pengalaman Persalinan yang mengharukan, membahagiakan dan menegangkan memang, tapi sebenernya lebih ke gak sabarannya saya, setelah baca sebuah postingan bu bidan kita bahwa spersalinan butuh kesabaran dan sabar adalah modal utama menjadi orang tua yang baik pada fase pengasuhan anak. Pembelajaran yang amat berharga kami.. , walau tidak jadi melahirkan di Rumah Sehat Kasih Bunda dengan gentle Birth yang alami dan tanpa intervensi medis, tapi proses melahirkan mas prama
 Bagi kami sudah gentle birth, maksa.com hehehheehe :p

Dan apabila teman bertanya apakah rasanya melahirkan, sakit gak, serem gak?
Jawabanya : nggak kok rasanya kayak mau pup, trauma kah melahirkan anak ke dua? Insyallah tidak .:D
Kami merasa kisah persalinan kami , kami jalani 85% membahagiakan, selebihnya mengharukan , tidak ada rasa bahwa melahirkan itu proses yang menakutkan, bagi teman-teman yang sedang atau akan melahirkan, pesan saya.. ayoo keluarkan rasa sukacita menyambut buah hati, dia pun akan senang saat proses keluarnya disambut oleh hati yang senang, lembut dan nyaman.









Sabtu, 28 September 2013

NIKMATILAH.. MEREKA TAK SELAMANYA KECIL..


     Bbm suami sering mendapat brodkes tentang ASI dan parenting, salah satu isi pesannya yang membuat hati saya terharu dan semangat.

     Mengasuh buah hati saya seorang diri dan bersama suami tentunya kota yang jauh dari sanak saudara tentunya sangat berbeda dengan teman sejawat yang tinggal bersama atau dekat dengan suadara dan orangtua. Terkadang tangisan dan rewel anak membuat kami sedikit panik selaku orang tua baru , tapi subhanallah saya bersyukur mempunyai suami yang sangat pengertian dan sigap terhadap kondisi mas prama, panggilan untuk anak kami, kami belajar bersama tentang perilaku bayi dan tentunya perenting nya juga.
Berikut isi pesan bbm yang menggugah hati kami:

Malam mom&dad..
Sudahkah kita menyempatkan diri menemani buah hati dan mengantarkannya hingga terlelap,sekedar bercerita , mendengarkanocehannya, membacakannya buku cerita atau sekedar mengelus kepalanya dan mengiringnya membacakan doa sebelum tidur?.
Ayah.. Bunda,
Mereka tak selamanya kecil, suatu saat mereka akan pergi jauh meninggalkan kita dan mnemukan kehidupan barunya. Jangankan untuk memeluknya, mengangkat telpon kita pun tidak sempat atau mungkin kita yang akan terlebih dahulu meninggalkan mereka?
Maka Nikmatilah saat saat sulit membesarkan mereka. Saat mereka menumpahkan air, saat mereka berebut mainan dengan saudaranya, saat mereka terus ingin digendong, saat mereka terus ingin disuapin, dimandiin, dikelonin,. Juga saat rumah seperti kapal pecah karena kreativitas mereka, dinding yang penuh grafiti hasil karya hebat mereka. Nikmatilah tangisnya yang melengking tinggi, tawanya yang memekakan seluruh isi rumah.
Ya semua takkan lama ayah.. bunda..
Suatu saat kita akan mereka tinggalkan dalam kesepian, sunyi sesunyi malam , Semoga kebersamaan kita hari ini adalah cerita indah dalam hidupnya..

   Sungguh saya terenyuh membaca pesan bbm tersebut, saya yang baru mengasuh anak pertama kami yang belum genap berusia 3 bulan, sesekali terucap keluhan karena tangis dan manjanya..

Tulisan ini menjadi penyemangat saya dan suami dalam mendidik dan mengasuh buat hati kami. :)

MY BLOG, I LOVE IT ^^.




           Saya sudah sering membuat blog, tapi memang ternyata mengurus blog itu perlu istiqomah juga hehehe, dan saya harap ini blog terakhir saya dan saya akan serius mengurusnya.

           Banyak  blog-blog inspiratif yang mebuat saya semangat sekali untuk menirunya.Ohya.. blog pribadi dan blog jualan saya designnya dibuat oleh sahabat saya, Dina namanya, apabila teman-teman ada yang berminat untuk membuat blog dengan design yag spesifik seperti milik saya bisa hubungin dina blognya www.dinarohanablog.blogspot.com dan www.babymashka.blogspot.com 

        Saya berjanji untuk istiqomah dalam mengurus 2 blog saya yaitu www.winateguhfamily.blogspot.com

hihihi....semangat

Senin, 23 September 2013

PREGNANCY SHOOT

Foto ini kami ambil sewaktu usia kehamilan saya 36 minggu


Thanks for Everything 

kami menunggu kehadiranmu penuh suka cita, nak ^<^

Jumat, 20 September 2013

DANAU TOBA

OUR WEDDING

Pernikahan kami berlangsung tahun lalu, akad nikah di 4mei 2012, dan resepsi di 6mei 2012, lain waktu akan kami posting kisah perjalanan kami sampai di prrnikahan ini ^,^